Selasa, 11 Oktober 2011

PROSES PERANCANGAN DATABASE

1. Pengumpulan Data dan Analis 

Proses identifikasi dan analisa kebutuhan-kebutuhan data. Pertama-tama harus mengenal bagian-bagian lain dari sistem informasi yang akan berinteraksi dengan sistem database, termasuk para pemakai yang ada dan para pemakai yang baru serta aplikasi-aplikasinya. Aktifitas yang dilakukan pada Pengumpulan Data dan Analis, yaitu:
a. Menentukan kelompok pemakai dan bidang-bidang aplikasinya
b. Peninjauan dokumentasi yang ada
c. Analisa lingkungan operasi dan pemrosesan data
d. Daftar pertanyaan dan wawancara

2. Perancangan database Secara Konseptual

Tujuan dari Perancangan database Secara Konseptual adalah menghasilkan conceptual schema untuk database yang tergantung pada sebuah DBMS yang spesifik. Sering menggunakan sebuah high-level data model seperti ER/EER model selama fase ini. (harus rinci)

a. Perancangan Skema Konseptual
Menguji kebutuhan-kebutuhan data dari suatu database yang merupakan hasil dari fase 1, dan menghasilkan sebuah conceptual database schema pada DBMS independent model data tingkat tinggi seperti EER (enhanced entity relationship) model.
b. Perancangan Transaksi
Menguji aplikasi-aplikasi database dimana kebutuhan-kebutuhannya telah dianalisa pada pengumpulan data dan analisa, dan menghasilkan perincian transaksi-transaksi ini. Kegunaan fase ini yang diproses secara paralel bersama fase perancangan skema konseptual adalah untuk merancang karakteristik dari transaksi-transaksi database yang telah diketahui pada suatu DBMS-independent. Transaksi-transaksi ini akan digunakan untuk memproses dan memanipulasi database suatu saat dimana database tsb dilaksanakan.

3. Pemilihan DBMS

Terdapat 2 faktor dalam pemilihan Database Management System, yaitu :
a. Faktor Teknis
Sebagai contoh: keberadaan DBMS dalam menjalankan tugasnya seperti jenis-jenis DBMS (relational, network, hierarchical, dsb), Struktur Penyimpanan, dan Jalur Akses yang mendukung DBMS, dan Pemakai (User)
b. Faktor Ekonomi dan Politik organisasi
Faktor-faktor ekonomi dan organisasi yang mempengaruhi satu sama lain dalam pemilihan DBMS :
o Struktur data
o Personal yang telah terbiasa dengan suatu sistem
o Tersedianya layanan penjual

4. Perancangan Database Secara Logika (Pemetaan Model Data)

Perancangan Database Secara Logika yaiut: membuat sebuah skema konseptual dan skema eksternal pada model data dari DBMS yang terpilih. Fase ini dilakukan oleh pemetaan skema konseptual dan skema eksternal yang dihasilkan pada fase 2. Pada fase ini, skema konseptual ditransformasikan dari model data tingkat tinggi yang digunakan pada fase 2 ke dalam model data dari DBMS yang dipilih pada pemilihan DBMS.

Pemetaannya dapat diproses dalam 2 tingkat :
1. Pemetaan system-independent :
pemetaan ke dalam model data DBMS dengan tidak mempertimbangkan karakteristik atau hal-hal yang khusus yang berlaku pada implementasi DBMS dari model data tsb.
2. Penyesuaian skema ke DBMS yang spesifik :
mengatur skema yang dihasilkan pada langkah 1 untuk disesuaikan pada implementasi yang khusus di masa yang akan datang dari suatu model data yang digunakan pada DBMS yang dipilih

5. Perancangan Database Secara Fisik

Perancangan database secara fisik merupakan proses pemilihan struktur-struktur penyimpanan dan jalur-jalur akses pada file-file database untuk mencapai penampilan yang terbaik pada bermacam-macam aplikasi. Selama fase ini, dirancang spesifikasi-spesifikasi untuk database yang disimpan yang berhubungan dengan struktur-struktur penyimpanan fisik, penempatan record dan jalur akses. Berhubungan dengan internal schema (pada istilah 3 level arsitektur DBMS).

Beberapa petunjuk dalam pemilihan perancangan database secara fisik :
1. Response time :
Waktu yang telah berlalu dari suatu transaksi database yang diajukan untuk menjalankan suatu tanggapan. Pengaruh utama pada response time adalah di bawah pengawasan DBMS yaitu : waktu akses database untuk data item yang ditunjuk oleh suatu transaksi. Response time juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yang tidak berada di bawah pengawasan DBMS, seperti penjadwalan sistem operasi atau penundaan komunikasi.
2. Space utility :
Jumlah ruang penyimpanan yang digunakan oleh file-file database dan struktur jalur akses.
3. Transaction throughput :
Rata-rata jumlah transaksi yang dapat diproses per menit oleh sistem database, dan merupakan parameter kritis dari sistem transaksi (misal : digunakan pada pemesanan tempat di pesawat, bank, dll). Hasil dari fase ini adalah penentuan awal dari struktur penyimpanan dan jalur akses untuk file-file database.

6. Implementasi sistem database

Setelah perancangan secara logika dan secara fisik lengkap, kita dapat melaksanakan sistem database. Perintah-perintah dalam DDL dan SDL (storage definition language) dari DBMS yang dipilih, dihimpun dan digunakan untuk membuat skema database dan file-file database (yang kosong). Sekarang database tsb dimuat (disatukan) dengan datanya. Spesifikasi secara konseptual diuji dan dihubungkan dengan kode program dengan perintah-perintah dari embedded DML yang telah ditulis dan diuji. Suatu saat transaksi tsb telah siap dan data telah dimasukkan ke dalam database, maka fase perancangan dan implementasi telah selesai, dan kemudian fase operasional dari sistem database dimulai.

25 Kata / Kalimat yang berhubungan dengan basis data

Kelompok III
 Ketua : Dwi Kharisma Jaya Perkasa
 Sekretaris : Novi Shintya
 Moderator : Rahman Fajri
 Narator : Andri Sunarli
 Anggota : 1. Romlah
                 2. Ahmad Dhanizar
                 3. Fachri Masigid
                 4. Hubertus Hoksen
  1. Database : Kumpulan tabel, misalnya database mahasiswa terdiri dari tabel data nilai mahasiswa , data mata kuliahyang ditempuh. 
  2. Field : Sebuah kolom dalam sebuah tabel, menyimpan satu jenis data 
  3. Query : Seperti sebuah tabel untuk menampilkan data, membaca, dan menulis dalam basis data. 
  4. Create Database : Pembuatan basis data baru. 
  5. Drop database : Penghapusan basis data. 
  6. Create Table : Pembuatan file atau tabel baru ke suatu basis data. 
  7. Drop table : penghapusan file atau tabel dari suatu basis data. 
  8. Insert : Penambahan atau pengisian data baru ke sebuah file atau tabel di sebuah basis data    
  9. Search : Pengambilan data dari sebuah file atau tabel. 
  10. Update : Pengubahan data dari sebuah file atau tabel. 
  11. Hardware : Perangkat keras yang terdapat dalam sebuah sistem basis data. 
  12. Sistem Operasi : Program yang mengaktifkan atau memfungsikan sistem komputer, mengendalikanseluruh sumber daya dalam komputer dan melakukan operasi-operasi dasar dalam komputer. 
  13. Abstraksi Data : Tingkatan atau level bagaimana melihat data dalam sebuah sistem basis data 
  14. DDL ( Data Definition Language ) : Struktur atau skema basis data yang menggambarkan atau mewakili desain data secara keseluruhan di spesifikasikan dengan bahasa khusus. 
  15. DDL Compiler : Yang mengkonversi perintah-perintah DDL kedalam sekumpulan tabel yang mengandung meta data. 
  16. DML ( Data Manipulation Language ) : merupakan bentuk bahasa basis data yang berguna untuk melakukan manipulasi dan pengambilan data pada suatu basis data. 
  17. DML Precompiler : Yang mengkonversi perintah DML yang ditambahkan dalam sebuah program aplikasi ke pemanggilan prosedur normal dalam bahasa induk. 
  18. File Manager : Yang mengelola alokasi ruang dalam disk dan struktur data yang dipakai untuk merepresentasikan informasi yang tersimpan dalam disk. 
  19. Database Manager : Yang menyediakan interbase antara data low level yang ada di basis data dengan program aplikasi dan query yang diberikan  ke sistem. 
  20. Query Processor : yang menerjemahkan perintah –perintah dalam query language atau perintah low lavel yang dapat dimengerti oleh database manager. 
  21. DBMS ( Database Management System) : Perangkat lunak yang digunakan untuk menentukan bagaimana data diorganisasi, disimpan dan diambil kembali dan juga menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersama. 
  22. User : Pengguna atau pemakai dari suatu sistem basis data 
  23. Basis Data Relasional : Basis data yang akan dipilah kedalam berbagai tabel dua dimensi. 
  24. Row/Record : Setiap tabel yang terdiri atas lajur mendatar. 
  25. Column/Field : Setiap tabel yang terdiri atas lajur vertikal